Jumat, 03 Mei 2013

contoh karya ilmiah




pemanfaatan limbah dapur organik menjadi alcohol sebagai bahan bakar dan keperluan medis


Diajukan dalam Rangka lomba essay di ------







Disusun oleh:
Mahmudi Bagus S
                       
 


SMAN 2 TAMBUN SELATAN



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat taufiq dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Dapur Organik Menjadi Alkohol  sebagai Bahan Bakar dan Keperluan Medis” dengan baik. Karya ilmiah ini dapat diselesaikan dengan baik atas dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Meyti , selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing penulis dalam penulisan karya tulis kami;
2.Ibu Wulan, selaku guru biologi yang telah membimbing kami dalam membuat karya tulis kami;
3.Serta, Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan karya tulis.
Kami  menyadari bahwa penuisan karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang kontruktif sangat penulis harapkan. Akhirnya kami berharap agar karya ilmiah ini memberikan manfaat bagi masyarakat .
                                                                                                                         

Bekasi ,     April 2012


Penulis

Daftar isi
-
-


RINGKASAN KARYA TULIS

Limbah dapur menjadi suatu hal yang dapat di katakan tidak memiliki nilai guna. Limbah dapur dalam kalangan masyarakat belum banyak yang memanfaatkannya. sedangkan jumlah limbah dapur terbilang banyak jumlahnya. Disetiap rumah pasti menghasilkan yang namanya limbah dapur, alangkah baiknya apabila limbah dapur ini kita manfaatkan menjadi  hal yang bernilai positif.
Hal-hal yang tersebut diatas yang mendasari kami untuk mengunkap “pemanfaatan limbah dapur organik menjadi alcohol sebagai bahan bakar dan keperluan medis”Berdasarkan data-data yang kami paparkan diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut; Bagaimana memanfaatkan limbah dapur organik menjadi alcohol sebagai bahan bakar dan keperluan medis, Apakah limbah dapur organik efektif menjadi alcohol sebagai bahan bakar dan keperluan medis  tanpa bahan tambahan. Tujuan dari penelitianini adalah; Memanfaatkan limbah dapur organik menjadi alcohol sebagai bahan bakar dan keperluan medis.  Dan keefektifan limbah dapur organik dengan atau tanpa bahan tambahan.
Limbah dapur adalah hal yang dianggap tidak berguna yang ada di sekeliling kita. Namun manfaat yang ada didalamnya sebenarnya masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pokok pembentukan alcohol, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan keperluan medis selain itu juga hal tersebut dapat menghasilkan ampas yang dapat diolah menjadi pupuk.
Proses pengolahan limbah dapur  yang kami akan lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut; pengumpulan limbah dapur organic dari rumah ke rumah. Penghalusan limbah dapur organic, diletakkan di wadah tertutup yang telah di campurkan bakteri anaerob, penyaringan alcohol dengan ampas limbah organic.
Dengan demikian, limbah organic dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat alcohol yang nantinya akan digunakan sebagai energy terbarukan.


BAB 1.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak. Sehingga limbah dapur yang dihasilkan oleh setiap masyarakat Indonesia pasti nya akan banyak. Pada umumnya,limbah tersebut hanya di buang sia-sia. Sekalinya diolah masyarakat biasanya membuat limbah tersebut menjadi pupuk organic

Di Indonesia sumber energi fosil semakin berkurang sehingga dapat diperkirakan akan habis apabila digunakan terus menerus seperti ini dan kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil sebagai penggeraknya dipastikan akan tidak berfungsi lagi tetapi hal ini tidak akan terjadi apabila kita dapat menggunakan limbah-limbah dapur organic di Indonesia untuk dimanfaatkan menjadi bahan bakar dalam bentuk lain yang dapat digunakan pula untuk menggerakkan kendaraan bermotor.

Pengolahan limbah dapur organic untuk mengubahnya menjadi bahan bakar kendaraan bermotor sangatlah mudah bahkan dapat diolah juga oleh masyarakat sekitar. Hasil dari pengolahan limbah tersebut tidak hanya berguna untuk bahan bakar kendaraan bermotor melainkan dapat pula digunakan sebagai keperluan medis.

Sehingga dapat dikatakan limbah dapur dapat bermanfaat bukan hanya untuk pupuk melainkan untuk bahan bakar kendaraan bermotor dan keperluan medis.Hal ini yang mendasari kami untuk mengolah limbah dapur organic. Selaain itu hal ini juga dapat mengurangi itensittas sampah pada masyarakat.




1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana memanfaatkan Limbah Dapur Organik menjadi Alkohol sebagai Bahan Bakar dan Keperluan Medis?
2. Apakah limbah dapur organik efektif dalam menghasilkan energy terbarukan tanpa bahan tambahan?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

1.Memanfaatkan Limbah Dapur Organik Menjadi Energi Terbarukan Dan Keperluan Medis.
2. Mengetahui efektifitas limbah dapur organik dengan atau tanpa bahan tambahan.


1.4 Manfaat Penelitian

1. Menambah nilai guna limbah dapur  yang dihasilkan tiap rumah tangga.
2. Memberikan tambahan pengetahuan bagi dunia pendidikan dan industri kecil
3. Memberikan pengetahuan bagi masyarakat tentang pemanfaatan  limbah dapur organik untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap minyak bumi dan batu bara.

1.5 Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan dan penyelesaian karya tulis ini, kami menggunakan metode sebagai berikut:
1. Studi Pustaka
Metode ini dilakukan dengan cara mencari informasi melalui buku-buku sebagai referensi dalam karya tulis ini.
2. Penelitian
Langkah ini dilakukan untuk menguji kebenaran dari masalah yang dibahas. Cara ini dilakukan oleh kami dengan bantuan para guru agar diketahui kekurangan maupun kesalahan dalam produksi.
3. Pencarian Dunia Maya
Hal in dilakukan dalam rangka untuk memperoleh data-data yang tidak didapatkan sewaktu studi pustaka dan penelitian.Cara ini dilakukan dengan mencari data-data melalui website yang terkait dengan masalah yang di bahas.







1.6 Sistematika Penulisan

BAB 1 PENDAHULUAN
Berisi uraian mengenai latar belakang penulisan,rumusan masalah,tujuan penelitian,dan sistematika penulisan yang digunakan oleh kami dalam menyusun karya tulis ini.

BAB 2 TELAAH PUSTAKA
Berisi uraian mengenai manfaat limbah dapur organik secara umum, deskripsi limbah organik, alkohol dan bakteri anaerob, keunggulan alkohol , dan proses pembuatan alkohol.

BAB 3 METODOLOGI
Berisi uraian mengenai hal-hal yang berhubungan dengan penelitian yaitu tempat, bahan dan alat. Selain itu diuraikan proses dari pembuatan alkohol.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisi uraian mengenai pembahasan efektifitas bahan bakar dari limbah dapur dengan atau tanpa bahan tambahan.

BAB 5 PENUTUP
Berisi uraian mengenai kesimpulan dari penelitian yang dilakukan penulis dan saran-saran penulis untuk masyarakat maupun pemeintah



BAB 2. TELAAH PUSTAKA

a. Sampah Organik 
Sampah Organik adalah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar. Organik adalah proses yang kokoh dan relatif cepat, maka tanda apa yang kita punya untuk menyatakan bahwa bahan-bahan pokok kehidupan, sebutlah molekul organik, dan planet-planet sejenis, ada juga di suatu tempat di jagad raya? sekali lagi beberapa penemuan baru memberikan rasa optimis yang cukup penting. Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatifseragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah dapur juga dapat diolah menjadialkohol dengan bantuan organism.
Table Bahan yang terkandung dalam sampah organic:
air
protein
Zat tepung/glukosa
Zat besi
Zat besi
kalium
kapur
Dan mineral lain
Gambar limbah dapur organic


b. Alkohol
Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia famasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi.
Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atomkarbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.

c. Bakteri anaerob
Organisme anaerobik atau anaerob adalah setiap organisme yang tidak memerlukan oksigen untuk tumbuh.
·         Anaerob obligat akan mati bila terpapar pada oksigen dengan kadar atmosfer.
·         Anaerob fakultatif dapat menggunakan oksigen jika tersedia.
·         Organisme aerotoleran dapat hidup walaupun terdapat oksigen di sekitarnya, tetapi mereka tetap anaerobik karena mereka tidak menggunakan oksigen sebagai terminal electron acceptor(akseptor elektron terminal).
Mikroaerofil adalah organisme yang dapat menggunakan oksigen, tetapi hanya pada konsentrasi yang rendah (rentang mikromolar rendah); pertumbuhannya dihambat oleh level oksigen yang normal (sekitar 200 mikromolar). Nanaerob adalah organisme yang tidak dapat tumbuh bila terdapat konsentrasi mikromolar oksigen, tetapi dapat tumbuh dan diuntungkan pada konsentrasi nanomolar oksigen.
Anaerob obligat dapat menggunakan fermentasi atau respirasi anaerobik. Jika terdapat oksigen, anaerob fakultatif menggunakan respirasi aerobik; tanpa oksigen beberapa diantaranya berfermentasi, beberapa lagi menggunakan respirasi anaerobik. Organisme aerotoleran hanya dapat berfermentasi. Mikroaerofil melakukan respirasi aerobik, dan beberapa diantaranya dapat juga melakukan respirasi anaerobik.
Terdapat beberapa persamaan kimia untuk reaksi fermentasi anaerobik.
Organisme anaerobik fermentatif biasanya menggunakan jalur fermentasi asam laktat:
C6H12O6 + 2 ADP + 2 fosfat → 2 asam laktat + 2 ATP
Energi yang dilepaskan pada persamaan ini sekitar 150 kJ per mol, yang disimpan dalam regenerasi dua ATP dari ADP per glukosa. Ini hanya 5% energi per molekul gula daripada yang dapat dihasilkan oleh reaksi aerobik.
Tumbuhan dan jamur (contohnya ragi) biasanya melakukan fermentasi alkohol (etanol) ketika oksigen terbatas melalui reaksi berikut:
C6H12O6 + 2 ADP + 2 fosfat → 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 ATP
Energi yang dilepaskan sekitar 180 kJ per mol, yang disimpan dalam regenerasi dua ATP dari ADP per glukosa.
Bakteri anaerobik dan archaea menggunakan jalur ini dan beberapa jalur lainnya dalam melakukan fermentasi seperti: fermentasi asam propionat, fermentasi asam butirat, fermentasi pelarut, fermentasi asam campuran, fermentasi butanediol, fermentasi Stickland, asetogenesis atau metanogenesis.
Beberapa bakteri anaerobik menghasilkan toksin (racun) seperti toksin tetanus atau botulinum yang sangat berbahaya bagi organisme yang lebih besar, termasuk manusia.
Anaerob obligat akan mati bila terdapat oksigen karena tidak adanya enzim superoksida dismutase dan katalase yang dapat mengubah superoksida berbahaya yang timbul dalam selnya karena adanya oksigen
Gambar bakteri anaerob:
a.                                 b.








BAB 3.METODOLOGI

3.1. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan bahan;

-limbah dapur organik
-bakteri anaerob
-pertamax ( sebagai bahan tambahan)
-air

Alat:
-penyaring
-botol untuk pengemasan
-wadah tertutup rapat
-mesin penghalus
Cara kerja:
1.      Pengumpulan limbah dapur organic dari rumah ke rumah.
Pengumulan limbah dapur dari setiap rumah yang ada di lingkungan kami. Hal ini dilakukan untuk memenuhi bahan-bahan yang nantinya digunakan untuk produksi. Setelah pengupulan dan dirasa cukup untuk pengujian. Limbah tadi  lalu dibersihkan.

2.      Penghalusan limbah dapur organic.
Limbah yang telah terkumpul lalu dihaluskan untuk memudahkan proses fermentasi. Penghalusan ini dapat dilakukan dengan cara menumbuknya atau menghaluskannya dengan mesin.
Gambar penghalusan limbah:




3.      Pensterilisaian
Limbah tadi lalu dipanaskan menjadi setengah matang agar proses fermentasi tidak terhambat bakteri atau kuman lain. Dan memudahkan prosess fermentasi.

4.      Pencampuran
Campurkan limbah dapur dan bakteri anaerob pada wadah yang tertutup. Pada proses ini dilakukan dalam waktu yang singkat agar bakteri tidak berkontak dengan oksigen dalam waktu lama karna dapat mengakibatkan kegagalan.



                                                Gambar wadah penampungan:
5.      Penyaringan alcohol  dan ampas limbah dapur organic.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengkompresinya jika ingin mendapatkan akohol berkonsentrasi rendah atau dengan cara destilasi agar mendapatkan akohol berkonsentrasi tinggi.

6.      Pengujian
Hasil yang telah jadi lalu diujikan pada kendaraan bermotor. Dan sebagian dapat di kemas untuk dijual.

Gambar akohol:





BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Efektifitas Alkohol

Limbah dapur organik adalah limbah yang semula tak berguna dan hanya dibuang sisi-sia, sedangkan bakteri anaerob pada awalnya hanya di manfaatkan untuk fermentasi beberapa makanan. Dan kini keduanya dapat dimanfaatkan sebagai alkohol.

Alcohol  yang telah dihasilkan melalui cara-cara yang sederhana ini telah diuji kemampuannya terhadap kendaraan. Dalam penelitian ini pengujian yang dilakukan bertujuan untuk membuktikan efektifitas alcohol dari limbah dapur. Alkohol yang digunakan berupa cairan yang telah mengalami fermentasi dan penyaringan. Pada tahap pertama dilakukan uji terhadap kendaraan yang menggunakan alkohol dengan menggunakan alkohol limbah dapur tanpa bahan tambahan.

Pada tahap selanjutnya adalah uji  terhadap kendaraan dengan menggunakan alcohol limbah dapur yang dicampur dengan bahan tambahan . Langkah ini bertujuan untuk membandingkan alcohol limbah dapur tanpa bahan tambahan dan alcohol limbah dapur  dengan bahan tambahan. Hal ini akan menentukan mana alcohol  yang lebih efektif digunakan. Penulis membandingkan efektifitas alcohol limbah dapur dengan bahan tambahan dengan alcohol limbah dapur  tanpa bahan tambahan yang dilihat dari perbandingan jarak yang di tempuh. Dibawah ini merupakan hasil perbandingan dari kemampuan jarak tempuh.

Tabel 3. Percobaan
NO.
JENIS ALKOHOL 
JARAK TEMPUH /liter
1
Tanpa bahan tambahan
40 km
2
Menggunakan bahan tambahan
60 km


BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Dari hasil percobaan terhadap alcohol yang dihasilkan dari fermentasilimbah dapur organic  dapat kami simpulkan sebagai berikut :

1.  Alkohol yang dihasilkan dari fermentasi dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil untuk menggerakkan kendaraan.
2.  Alkohol lebih ramah lingkungan apabila digunakan pada kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot katalik.

gambar knalpot katalis:


3. Efektifitas atau kemampuan alkohol dari fermentasi limbah tidak memerlukan bahan tambahan karna jika diberi maka kendaraan tersebut tidak akan bergerak.

5.2 Saran

1. Pemerintah membantu perealisasian alcohol sebagai pengganti bahan bakar fosil sebagai penggerak kendaraan bermotor.

2. meskipun diperkirakan biaya alat produksi dapat dikatakan murah, tetapi apabila di adakan penelitian lebih lanjut maka bukan tidak mungkin harga dapat ditekan lebih murah lagi, sehingga dapat dijadikan peluang bisnis.

3. Masyarakat dapat diharapkan untuk memisahkan  limbah dapur organic dan limbah dapur non organic di setiap rumahnya maka dapat mempermudah pengolahannya.

4.  Didirikannya industry skala besar untuk menghasilkan alcohol dalam jumlah banyak.
















DAFTAR PUSTAKA